Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi, Pemerintah Kota Tasikmalaya bergerak cepat memastikan kesehatan dan kelayakan hewan kurban yang akan diperjualbelikan kepada masyarakat. Kamis (21/5/2026), tim gabungan Pemkot Tasikmalaya menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lapak penjualan hewan kurban di wilayah Kota Tasikmalaya.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Plh Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra Negara, bersama jajaran Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3), Kejaksaan, unsur kepolisian, serta Kodim 0612/Tasikmalaya yang diwakili Kasdim Mayor Czi Wawan M.N mewakili Dandim 0612/Tasikmalaya.
Kehadiran Kasdim dalam kegiatan monitoring tersebut menjadi bentuk dukungan TNI terhadap upaya pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan hewan kurban sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat menjelang Iduladha. Bersama tim gabungan, Kasdim turut meninjau langsung kondisi hewan ternak di sejumlah lapak penjualan, termasuk di kawasan Jalan Letnan Harun, Kecamatan Bungursari.
Petugas melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh terhadap sapi dan domba yang diperjualbelikan. Pemeriksaan meliputi suhu tubuh, kesehatan mata, kondisi bulu, mulut dan kuku, hingga memastikan usia hewan telah memenuhi syarat untuk dikurbankan sesuai syariat Islam.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan dini terhadap penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) yang berpotensi menyerang hewan ternak.
Plh Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra Negara, menyampaikan bahwa hingga saat ini seluruh hewan yang telah diperiksa dinyatakan dalam kondisi sehat dan tidak ditemukan indikasi penyakit menular.
“Pemeriksaan kesehatan sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu oleh tim teknis DKP3 bersama dokter hewan. Alhamdulillah sampai saat ini tidak ditemukan PMK maupun LSD, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir, ” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 Kota Tasikmalaya, Cecep Kurniawan, menjelaskan bahwa setiap hewan yang dinyatakan sehat akan diberikan label khusus bertanda “S” sebagai penanda layak kurban serta dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
“Pemeriksaan dilakukan melalui SOP ketat, mulai dari administrasi hingga pemeriksaan klinis fisik. Hewan yang sehat langsung diberikan tanda khusus agar masyarakat merasa aman saat membeli, ” jelasnya.
Selain memastikan kesehatan hewan, pemerintah juga menyiapkan Rumah Potong Hewan (RPH) yang beroperasi sesuai standar kebersihan dan syariat Islam guna mendukung pelaksanaan penyembelihan saat Iduladha nanti.
Meski jumlah hewan kurban tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya akibat faktor ekonomi dan meningkatnya biaya operasional, Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama unsur terkait tetap optimistis kebutuhan masyarakat akan terpenuhi menjelang hari H.
Sinergitas antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan instansi teknis diharapkan mampu menjaga stabilitas serta menjamin masyarakat dapat melaksanakan ibadah kurban dengan aman, sehat, dan penuh kekhusyukan.

Updates.